Kalau Tak Mampu Menolong, Janganlah Memusuhi Dakwah
==================================
Oleh: Ustadz Mohammad Fauzil Adhim

Orang yang terakhir kali masuk surga, sangat banyak berbuat dosa. Tetapi ada iman dalam hatinya.
.
Bal’am bin Baurah do’anya senantiasa dikabulkan, tetapi ujung hidupnya ingkar kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Pintunya adalah turut memusuhi dakwah Nabi Musa, meskipun hanya melalui peran sebagai tukang do’a.
.
Maka ini merupakan pelajaran betapa sangat penting bagi kita untuk berusaha menjaga iman, senantiasa mengharap bertambahnya iman, meskipun saat ini masih berlumur maksiat bergelimang dosa.
.
Sebaliknya sungguh, semoga kita terhindar dari memusuhi dakwah dan mengada-adakan fitnah terhadap seorang da’i beserta dakwahnya.
.
Perhatikanlah. Sesungguhnya tak sependapat dalam sebagian urusan, adalah hal yang wajar. Tak sependapat ini berlaku manakala seseorang memiliki dasar kuat untuk berpendapat. Tetapi tanpa landasan, bahkan landasan berpendapat pun tak tahu, itu bukan sependapat atau tidak, tetapi bersesuaian dengan selera atau tidak. Ia tergerak ketika mencocoki dirinya, dan tak tergerak tatkala menyelisihi selera.
.
Sungguh, sangat berbeda antara tidak tergerak oleh seruan dakwah dengan kebencian terhadap apa yang diserukan. Sangat berbeda pula dengan yang kebencian terhadap seruan dakwah sekaligus memusuhi kegiatan menyeru maupun penyerunya.

Begitu seseorang memusuhi dakwah dan du’atnya, maka ia telah menantang makar Allah Ta’ala. Padahal tidak ada satu pun manusia yang dapat melawan makar Allah Ta’ala.

Apakah makar Allah itu? Berbaliknya seseorang dari taat kepada maksiat. Dan paling mengerikan adalah dicabutnya iman hingga tak tersisa sedikit pun. Na’udzubillahi min dzaalik.
.
Orang yang tidak khawatir terhadap makar Allah saja sudah merugi. Apalagi yang menantang makar-Nya.
.
Mari kita renungi sejenak firman Allah Ta’ala berikut ini:
.
.
أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raaf, 7: 99).
.
Maka janganlah terkejut, jangan pula merasa heran jika seseorang yang melakukan makar terhadap dakwah, jatuh pada perbuatan dosa sangat besar yang mengundang aib. Jangan pula mengira yang tak terkena keburukan serupa akan aman hidupnya dari keburukan besar, kecuali ia benar-benar bertaubat.
.
Seseorang yang dihinakan Allah Ta’ala boleh jadi dahulu terbiasa melakukan amalan agama, tetapi ia terjatuh pada tindakan memusuhi dakwah dan du’atnya.
.
Tidak ada pintu yang memudahkan seseorang jatuh pada sikap memusuhi dakwah kecuali ‘ashabiyah dan/atau fitnah syahwat.
.
Karena ‘ashabiyah, ia memusuhi yang tidak satu jam’iyah dengannya. Ini merupakan jalan pada kesyirikan yang samar bersebab membanggakan kelompok.
.
Karena syahwat kepada dunia sehingga ia mengizinkan dirinya memusuhi dakwah, maka ia mudah terjatuh kepada fitnah syahwat lainnya.
.
Maka, marilah kita menjaga diri kita agar terhindar dari memusuhi dakwah dan du’atnya. Kalau tak mampu menjadi penolong agama-Nya, janganlah menjadi orang yang memusuhi para penolong agama Allah.
.
Kita memohon agar senantiasa tetap dalam agama ini dengan do’a yang sering dibaca oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:
.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
.
“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
.
Kita juga sangat patut dan seharusnya senantiasa berdo’a memohon ketetapan hidayah agar tak tercabut:
.
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻻَ ﺗُﺰِﻍْ ﻗُﻠُﻮﺑَﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﺫْ ﻫَﺪَﻳْﺘَﻨَﺎ ﻭَﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦ ﻟَّﺪُﻧﻚَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ۚ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧﺖَ ٱﻟْﻮَﻫَّﺎﺏُ
.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran, 3: 8).
.
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat dan barakah. Semoga dapat menjadi pengingat bagi kita semua. Semoga pula Allah ‘Azza wa Jalla teguhkan iman kita beserta keturunan kita seluruhnya dan Allah Ta’ala masukkan kita ke dalam golongan mukminin yang senantiasa istiqamah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here